Lompat ke isi utama

Berita

Tingkat Kepuasan Masyarakat terhadap Bawaslu Capai 65%, Publik Harapkan Perbaikan Kinerja

Kepuasan Masyarakat

Kabar baik untuk #SahabatBawaslu

Bawaslu membuktikan diri sebagai salah satu lembaga paling dipercaya publik dan menjadi lembaga penyelenggara Pemilu dengan nilai "Tertinggi", yaitu 65% berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indonesia Political Opinion (IPO) periode 22-28 Mei 2025.

Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) tercatat sebesar 65% berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis oleh Lembaga Survei Demokrasi Indonesia (LSDI). Meskipun mayoritas responden menilai kinerja Bawaslu cukup baik, publik masih mengharapkan peningkatan dalam sejumlah aspek pengawasan pemilu.

Dalam survei yang melibatkan 1.200 responden dari 34 provinsi di Indonesia tersebut, 65% menyatakan puas terhadap kinerja Bawaslu selama proses Pemilu 2024. Sementara itu, 25% responden menyatakan kurang puas, dan sisanya 10% menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Direktur Eksekutif LSDI, Ratna Sari Dewi, menyebutkan bahwa angka ini menunjukkan kepercayaan publik terhadap Bawaslu masih relatif tinggi, meskipun ada catatan penting yang perlu diperhatikan.

“Angka 65% menunjukkan performa yang cukup baik, namun bukan tanpa kritik. Publik menyoroti lambannya penanganan pelanggaran administratif dan kurang transparannya proses penegakan hukum pemilu di beberapa daerah,” ujar Ratna dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/6).

Beberapa responden juga menyatakan kekhawatiran terhadap netralitas pengawas pemilu di tingkat daerah serta perlunya peningkatan kapasitas dan independensi petugas lapangan Bawaslu.

Menanggapi hasil survei tersebut, Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan publik dan berkomitmen untuk terus memperbaiki kinerja lembaganya.

“Kami menjadikan hasil ini sebagai evaluasi. Bawaslu akan terus memperkuat pengawasan dan meningkatkan kualitas SDM agar pelaksanaan pemilu semakin jujur dan adil,” katanya.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Dr. Hendra Prasetyo, menilai bahwa tingkat kepuasan 65% adalah modal sosial yang penting bagi Bawaslu menjelang Pilkada 2025.

“Namun, kepuasan publik bisa menurun bila Bawaslu tidak segera merespons kritik dengan tindakan nyata, terutama dalam hal penindakan pelanggaran yang tumpul ke atas,” ujarnya.

Survei LSDI ini dilakukan pada 20–27 Mei 2025 dengan metode wawancara tatap muka dan margin of error ±2,8%.

Kepercayaan ini adalah buah dari kerja keras, integritas, dan komitmen dalam mengawal demokrasi.

Mari terus kita jaga amanah ini dengan pengawasan yang partisipatif dan penuh tanggung jawab.

#SurveiIPO
#AyoAwasiBersama
#MarijoTorangAwasiSamaSama

------------------------------

Follow akun Medsos Bawaslu dan dapatkan informasi aktual seputar Pemilu/Pemilihan serta aktifitas Bawaslu.

#BawasluRI
#BawasluProvinsiSulawesiUtara

(Humas Bawaslu Bitung)